Pekan ASI Sedunia : Perlindungan Menyusui di Tengah Pandemi Covid-19

Posted by: Muhammad Fadhli | 04 August 2021 | 63 kali dibaca | Rating: 92

Kebahagian sebuah keluarga terutama pasangan baru adalah hadirnya pelengkap bagi pasangan tersebut yakni seorang buah hati. Bagi seorang ibu, menyusui menjadi satu rangkaian dengan proses kehamilan dan kelahiran. Sedangkan bagi seorang bapak, memberikan asupan nutrisi yang cukup untuk keluarga terutama pemenuhan gizi yang lengkap untuk menghasilkan ASI terbaik untuk anak nya menjadi suatu rangkaian dalam emncapai kebahagiaan dalam keluarga. Peran dalam pemberian ASI tidak dibebankan kepada seorang ibu saja, melainkan bapak pun turut berperan dalam pemberian ASI secara ekskulisf hingga mencapai Golden Age di usia 2 tahun. Dalam rangkaian pemberian ASI untuk anak dianjurkan selama 6 bulan fokus pada pemberian ASI sehingga seorang bapak bisa fokus pada pemenuhan nutrisi untuk ibu sedangkan setelah 6 bulan selain di berikan ASI, adapun diberikan makanan tambahan yang diolah sesuai dengan kadar gizi yang telah ditentukan.

Namun di tengah pandemi Covid 19 yang melanda di dunia ini, kepanikan orang tua dengan ke hawatiran akan resiko tertular virus Covid 19 cukup tinggi. Namun tidak menjadi suatu pantangan walau masih di masa pandemi tetap dalam memberikan asupan ASI kepada bayi. Akan tetapi tetap menerapkan protokol Kesehatan seperti selalu menjaga kebersihan dan menerapkan PHBS seperti menjaga kebersihan ibu bila menggunakan alat bantu untuk menyusui selalu menjaga kebersihannya dan Kondisi ibu memakai masker jika ingin menyusui untuk bayinya.

Tema dalam Pekan ASI Sedunia ini adalah Protect Breastfeeding : a shared responsibility                                ( Perlindungan menyusui : Tanggung jawab bersama) yang dimana dimasa pandemi Covid 19 ini perlindungan antara ibu dengan anak nya menjadi tanggung jawab bersama dalam menyelamatkan generasi masa depan. Untuk tetap menjaga kualitas Kesehatan dan menyusui Ibu di tengah pandemi ini, WHO menyarankan agar dilakukan vaksinasi kepada Ibu yang sedang menyusui. Saran tersebut di dukung dan dilaksanakan terutama oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia supaya mendapatkan perlindungan kepada ibu yang sedang memberikan ASI Eksklusif kepada anak nya dan menjaga kondisi bayi untuk tetap sehat.

Mengingat sistem Kesehatan Indonesia saat ini difokuskan untuk penganggulangan Covid 19, layanan konseling dan dukungan dari konselor terlatih bagi ibu menyusui turut terkendala. Menurut survei nasional yang dilakukan Kementerian Kesehatan RI dengan dukungan UNICEF, konseling menyusui di masa pandemi hanya menjangkau kurang dari 50 persen ibu dan pengasuh anak berusia di bawah dua tahun. Situasi ini diperparah oleh tingginya pelanggaran Kode Internasional Pemasaran Produk Pengganti ASI.

Dalam merayakan Pekan Menyusui Sedunia, WHO, UNICEF mengajak pemerintah, mitra dan anggota masyarakat untuk :

  • Memastikan agar ibu menyusui menerima vaksin COVID 19 dan ibu didorong agar tetap menyusui setelah vaksinasi;
  • Memastikan ketersediaan konseling menyusui untuk semua ibu dan pengasuh dari anak berusia di bawah dua tahun, baik secara tatap muka maupun sarana digital;
  • Menguatkan implementasi dan pemantauan penerapan kode Internasional Pemasaran Produk Pengganti ASI untuk melindungi ibu dari pemasaran produk pengganti ASI yang tidak etis;
  • Memastikan perlindungan dan dukungan untuk ibu agar melanjutkan pemberian ASI, lepas dari status Covid 19 dari ibu dan anak.

 

Apakah pendapat Anda tentang artikel ini?

Share: