Prof.dr.Sardjito MD MPH : Pahlawan Inspirasi SocioPreneur Kesehatan Indonesia

Posted by: Muhammad Fadhli | 10 November 2021 | 117 kali dibaca | Rating: 129

 

Setiap tanggal 10 November, Indonesia selalu memperingati Hari Pahlawan untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia yang diawali pada sejarah Pertempuran besar antara pemuda-pemuda Surabaya dengan Tentara Belanda pada tanggal 10 November 1945. Namun, ada juga pahlawan Indonesia yang menginspirasi bangsa Indonesia dalam bidang Kesehatan. Yuk kita kenalan dengan salah satu Pahlawan yang menginspirasi bagi Bangsa Indonesia di bidang Kesehatan ?

 

Prof.Dr.Sardjito lahir pada 13 Agustus 1889 di Magetan Jawa Timur yang mungkin sudah tidak asing nama beliau di kalangan dunia Kesehatan Indonesia. Tokoh yang menjadi inspirasi dengan menggunakan konsep sociopreneur dalam karya yang dihasilkan seperti obat-obatan dan bagian dari inisiator lahirnya Palang Merah Indonesia (PMI) yang berfokus untuk menyelamatkan nyawa-nyawa rakyat terutama di masa memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

 

Konsep awal SocioPreneur yang dilakukan Prof.dr.Sardjito bermula pada penemuan menciptakan Biskuit ransum yang diberi nama Biskuit Sardjito untuk para tentara pelajar yang sedang berjuang di medan perang. Selain itu, Prof.dr.Sardjito telah mencatat penemuan-penemuan yang bermanfaat bagi masyarakat, diantaranya  obat penyakit bagi batu ginjal (Calcusol), dan obat penurun kolestrol (Calterol). Sebagaimana kutipan Prof.Sardjito dalam catatan makalah Prof.A.M Hendropiyono mengatakan bahwa “Tidak boleh menjual obat ini mahal-mahal, Obat ini untuk rakyat. Banyak rakyat yang menderita penyakit batu ginjal. Kasihan kalua mereka harus operasi”. Selain itu, beliau pun menciptakan penemuan-penemuan yang bermanfaat bagi masyarakat seperti vaksin anti penyakit Infeksi untuk Typus, Kolera, Disentri, Staflokoken dan Streptokoken

 

Prof.dr.Sardjito pun merupakan rektor pertama Universitas Gadjah Mada tahun 1950-1961, lalu menjabat rektor Universitas Islam Indonesia (UII) pada tahun 1961-1970 yang telah menghasilkan publikasi ilmiah dengan pendekatan multidisipliner dengan teman sejawat ahli Paleoantrophologi G.H.R von Koenigswald yang berjudul “ The Occurrence in Indonesia of Two Diseases Rhinoscleroma and Bilhariazis Japonica Whose Spread is Rooted Deep in the Past”.

 

Selain itu pada tanggal 27 Februari 2018, pihak Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Indonesia mengusulkan nama Prof.dr.Sardjito,MD, MPH. untuk menjadi pahlawan nasional. Menurut Rektor Universitas Gadjah Mada Prof.Ir.Panut Mulyono, M.Eng bahwa sosok Prof Sardjito dalam kepribadiannya memiliki semboyan dengan memberi akan menjadi kaya semua itu tidak hanya menjadi semboyan belaka karena diamalkan sampai akhir hayat. Semboyan tersebut pun bisa menjadi landasan dalam melahirkan konsep sociopreneur yang dimana setiap karya yang dihasilkan harus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

 

Apakah pendapat Anda tentang artikel ini?

Share: